Ingin Gunakan Pinjaman Online? Ketahui Tipsnya dan Waspadai Hal-Hal Berikut

Masyarakat yang hidup di era modern ini tentunya memerlukan solusi yang modern pula untuk menuntaskan permasalahan yang tengah dihadapi. Berkaitan dengan hal tersebut, perkembangan teknologi telah banyak menyumbang penyelesaian dari berbagai problem yang tengah dihadapi sebagian besar orang, termasuk di bidang finansial.

Alternatif penyelesaian problem tersebut yaitu dengan mengajukan pinjaman online melalui aplikasi. Menjadi cara kekinian untuk mendapatkan dana tambahan dengan cepat, layanan kredit online tersebut juga memiliki berbagai kelebihan lain yang membuatnya lebih unggul dibandingkan dengan pinjaman konvensional.

Marketing Lead Cermati, Kanadi, mengatakan, “Beberapa contoh benefit dari kredit online yaitu persyaratan dan prosedur yang sederhana, pencairan dana yang cepat, serta layanan cicilan tanpa kartu kredit yang fleksibel di berbagai merchant.”

Nah, sayangnya tidak semua pengajuan kredit online bisa mendapatkan persetujuan dari pihak penyedia layanan tersebut. Jika Anda tengah membutuhkan pinjaman cepat, ketahui cara agar pengajuan pinjaman bisa mendapatkan approval atau persetujuan, serta perhatikan pula hal-hal yang patut untuk diwaspadai dalam informasi berikut ini.

Tips Mengajukan Pinjaman Online
1. Matangkan Keputusan Terlebih Dahulu
Sebelum memutuskan untuk mengajukan kredit, pikirkan terlebih dahulu apakah ada cara lain untuk menutup kekurangan dana. Jika masih memiliki waktu lebih, melakukan pekerjaan tambahan seperti mencoba affiliate marketing atau menjadi driver online tentu bisa menjadi solusi yang lebih tepat.

Namun, jika dana tambahan dibutuhkan dalam waktu yang tergolong singkat, maka tidak ada salahnya untuk langsung mengajukan pinjaman online, karena waktu pencairannya lebih cepat dibandingkan pinjaman dari bank maupun koperasi simpan pinjam.

2. Pahami Ketentuannya
Baca dan pahami terlebih dahulu mengenai syarat dan ketentuan yang telah diberlakukan oleh pihak penyedia layanan tersebut. Alasannya, tentu agar tidak ada informasi yang terlewat, yang bisa membuat proses pengajuan kredit maupun pembayaran cicilannya mengalami kendala.
Selain itu, setiap provider layanan pinjaman online juga memiliki kriteria untuk pemohon kreditnya. Agar peluang pengajuan pinjaman untuk mendapatkan persetujuan menjadi lebih besar, pastikan bahwa persyaratan yang telah ditentukan tersebut telah terpenuhi.

3. Teliti Saat Isi Data dan Upload Berkas
Bagian dari prosedur pengajuan kredit online yaitu mengisi data mengenai informasi pribadi serta mengunggah berkas yang diperlukan. Sebelum menyimpan data yang telah diinput, cek terlebih dahulu apakah ada informasi yang salah maupun typo dalam pengisiannya.

Pengunggahan berkas berupa foto juga wajib dilakukan dengan cermat. Contoh berkas yang diperlukan dalam prosedur pengajuan kredit online di antaranya yaitu foto selfie, foto kartu identitas, serta NPWP. Sebelum menyimpan unggahan, pastikan bahwa foto yang dilampirkan sudah cukup jelas, untuk mengurangi kesalahan informasi.

4. Sesuaikan Nominal dan Tenor Pinjaman dengan Kemampuan Finansial
Penyedia layanan pinjaman online memberikan pilihan nominal tenor cicilan pada pemohon kreditnya. Tujuannya, tentu agar pinjaman tersebut bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial debitur, sehingga upaya pelunasannya bisa berjalan dengan baik.

Apabila pengajuan pinjaman sudah mendapatkan persetujuan dan telah dicairkan ke rekening penerima, tentunya pembayaran cicilan menjadi pengeluaran tambahan yang harus ada alokasi dananya. Nah, jika demikian, maka anggaran bulanan pun perlu ditinjau kembali guna menambahkan alokasi dana untuk kebutuhan membayar cicilan.

Waspadai Provider Layanan Pinjaman Online Ilegal

1. Tak Terdaftar dalam Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI)
Penyedia layanan pinjaman online bisa dikatakan aman dan terpercaya jika telah terdaftar dalam OJK atau AFPI. Cara untuk mengetahui legalitas dan keamanan provider yaitu dengan mengunjungi situs OJK.

Apabila menemukan penyedia layanan kredit online yang tidak terdaftar dalam lembaga tersebut, maka sudah jelas bahwa statusnya adalah ilegal. Sebab sifatnya tidak resmi, maka operasional dari penyedia layanan tersebut bisa menyimpang dari peraturan yang telah

2. Bunga Tidak Wajar
Meskipun pinjaman kilat kadang membebankan bunga dengan persentase yang sedikit lebih besar ketimbang pinjaman konvensional, angka tersebut tergolong masih berada pada batas kewajaran, karena telah mengikuti standar dari peraturan negara.

Namun, penyedia layanan kredit online abal-abal seringkali tidak ragu untuk membebankan bunga yang terlampau tinggi. Alasannya, tentu untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Jadi, agar tidak menjadi korban provider tersebut, cermati terlebih dahulu legalitas dan informasi terkait lainnya, termasuk besaran bunga yang dibebankan.

3. Adanya Tambahan Biaya Misterius
Selain membebankan bunga yang tergolong tinggi, penyedia layanan pinjaman online ilegal pastinya tidak akan bersikap transparan mengenai biaya-biaya yang berkaitan dengan cicilan. Nah, jika demikian, maka tidak heran apabila mereka membebankan biaya tambahan yang tak jelas asal-usulnya.

Dengan bunga selangit yang masih ditambah lagi dengan adanya tambahan biaya “gaib”, tentunya nominal cicilan bisa menjadi sangat mencekik karena jauh dari batas kewajaran. Belum lagi, jika pembayaran cicilan harus molor karena belum memiliki dana yang cukup untuk membayarnya, debt collector pun siap meneror debitur malang tersebut.

About admin

Check Also

Toko Online Terbaik dan Populer di Indonesia

Seiring berkembangnya teknologi internet di indonesia, memunculkan banyak sekali startup e-commerce. Mereka membangun toko online …